DIDUGA Kejar Profit di Atas Kualitas, Proyek Pengaspalan Jalan Desa Poteran Sumenep Disorot Warga


SUMENEP, 9 Januari 2026 — Proyek pembangunan pengaspalan jalan di Desa Poteran, Kabupaten Sumenep, menuai kritik keras dari masyarakat. Pekerjaan yang baru saja rampung itu diduga kuat dikerjakan tanpa memperhatikan standar mutu, sehingga kualitas hasilnya dinilai jauh dari harapan warga.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi jalan yang memprihatinkan. Lapisan aspal tampak sangat tipis, permukaan bergelombang, serta mulai terkelupas di sejumlah titik, meski proyek tersebut belum lama selesai dikerjakan. Fakta ini memunculkan dugaan bahwa proses pengerjaan dilakukan secara serampangan, hanya berorientasi pada penyelesaian cepat dan keuntungan semata.

“Belum seumur jagung sudah rusak. Aspalnya seperti asal ditabur, tidak padat, dan tidak rata. Kalau begini, jelas kami sebagai masyarakat yang dirugikan,” ungkap seorang warga Desa Poteran yang enggan disebutkan namanya.

Warga menilai, proyek yang seharusnya meningkatkan akses dan kenyamanan justru berpotensi membahayakan pengguna jalan. Kondisi tersebut juga memunculkan kecurigaan bahwa spesifikasi teknis, ketebalan aspal, hingga kualitas material diduga tidak sesuai perencanaan.

Tak hanya pelaksana proyek, sorotan juga diarahkan pada pihak pengawas. Masyarakat mempertanyakan kinerja pengawasan yang dinilai lemah dan terkesan membiarkan pekerjaan berlangsung tanpa kontrol ketat.

“Kalau pengawasan berjalan maksimal, hasilnya tidak mungkin seperti ini. Kami menduga ada pembiaran,” ujar warga lainnya dengan nada kecewa.

Masyarakat Desa Poteran mendesak instansi teknis terkait dan aparat berwenang untuk segera turun ke lapangan melakukan pemeriksaan menyeluruh. Mereka menuntut audit kualitas pekerjaan, keterbukaan anggaran, serta pertanggungjawaban pihak-pihak yang terlibat, agar pembangunan tidak sekadar menjadi proyek formalitas.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pelaksana proyek maupun dinas terkait. Publik pun berharap dugaan pengerjaan asal-asalan ini tidak berhenti sebagai keluhan warga semata, melainkan ditindaklanjuti secara serius demi menjaga kualitas pembangunan dan kepercayaan masyarakat.

Penulis Fauzi 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama