Revitalisasi Gerakan Fatayat NU Ngawi: LKD 2026 Hasilkan 34 Kader Militan yang Berdaya dan Berkarya"

.          NGAWI POJOK FAKTA ONLINE 

Pengurus Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Ngawi melaporkan keberhasilan penyelenggaraan Latihan Kader Dasar (LKD) tingkat kabupaten, yang telah berlangsung selama dua hari pada tanggal 24 hingga 25 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Gedung NU Lintang Songo, berlokasi di Jl. Ir. Soekarno No.100, RingRoad Barat, Kelurahan Beran, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

34 peserta dari 19 kecamatan di wilayah Kabupaten Ngawi mengikuti kegiatan ini, yang mengangkat tema "Revitalisasi Gerakan Fatayat NU Menuju Organisasi Digdaya: Mengoptimalkan Kader Militan yang Berdaya dan Berkarya". Tujuan utama pelaksanaan LKD Tahun 2026 Kabupaten Ngawi adalah membentuk perempuan yang tangguh serta memiliki kesadaran akan peranannya, mulai dari lingkup terkecil hingga skala peradaban dunia. Selain untuk membentuk kader militan yang mampu memperkuat organisasi Fatayat NU, materi yang disampaikan juga mengedepankan konsep kesetaraan gender. Hal ini diharapkan dapat mendorong perempuan muda sebagai kader untuk secara sadar berkontribusi secara optimal, mampu menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat tanpa terkendala dalam memperoleh ruang dan kesempatan yang sesuai.

Proses pembelajaran dalam LKD ini diperkuat oleh dua fasilitator yang merupakan pengurus Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Kabupaten Madiun, yaitu Sahabat Elliyil Akbar dan Sahabat Ummu Habibah. Pada sesi pembukaan, kegiatan dihadiri oleh berbagai pihak terkait, antara lain Ketua Tanfidziyah PCNU Kyai H. Rudy Triwahid, Ketua PC Fatayat NU Ngawi Ning Ulin Ni'mah, serta perwakilan dari organisasi kemitraan yaitu Muslimat NU Cabang Ngawi, PC GP Ansor Ngawi, PC Laziznu Ngawi, dan lembaga terkait Fatayat NU yaitu Garfa NU Ngawi.

Pada sore hari tanggal 25 Januari 2026, setelah pelaksanaan shalat Ashar, dilaksanakan prosesi baiat yang dipimpin oleh Ning Hj. Nur Ifta Mufida dari PW Fordaf Fatayat NU Jawa Timur. Seluruh peserta LKD mendapatkan gelang koka sebagai simbol telah di baiat setelah melakukan tindakan mencium tiga jenis bendera, yaitu bendera Republik Indonesia (Merah Putih), bendera NU, dan bendera Fatayat NU.

Siti Solekhah, salah satu peserta dari Kecamatan Widodaren, menyampaikan pandangan mengenai kegiatan ini, menyatakan bahwa pengalaman mengikuti LKD memberikan nilai yang mendalam dan memperluas wawasan pengetahuan. Menurutnya, momen paling istimewa adalah prosesi baiat, yang memberikan kesan seolah-olah KH. Hasyim Asy'ari hadir untuk menyaksikan ketulusan para peserta dalam berkhidmat bagi NU.

Rahma Fitriani, sebagai perwakilan panitia penyelenggara, menjelaskan bahwa pihak panitia sempat menghadapi kekhawatiran terkait kecukupan dana, mengingat target awal pendaftaran peserta adalah 40 orang namun hanya tercapai 34 peserta. Namun demikian, berkat niat yang tulus dalam rangka berkhidmat bagi NU tanpa pamrih, seluruh biaya operasional dapat terpenuhi. Panitia meyakini bahwa kecukupan dana yang tidak terduga tersebut merupakan bentuk keberkahan dalam khidmah, yang datang melalui barokah doa para pendiri NU khususnya KH. Hasyim Asy'ari.

Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Ngawi, Sahabat Ulin Ni'mah, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta dan menyampaikan pesan penting berupa "Nanti kita berjuang sama-sama ya!". Kata-kata tersebut dinilai mampu menyentuh perasaan peserta dan memantik semangat yang dalam dalam diri mereka.

Secara keseluruhan, pelaksanaan LKD berjalan dengan lancar berkat kesungguhan dari peserta dan kontribusi yang besar dari panitia. Hal ini sejalan dengan pemahaman bahwa kader Fatayat NU dituntut untuk memberikan dampak yang signifikan, tidak hanya bagi wilayah Indonesia tetapi juga untuk kemajuan peradaban dunia secara luas.

(Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama