Ardi Motor Klarifikasi Tudingan Servis di Medsos


SURABAYA, – POJOK FAKTA ONLINE Pihak bengkel Ardi Motor akhirnya memberikan klarifikasi terkait unggahan akun bernama Maulana Firdauz di grup Facebook “Honda PCX Club Surabaya” pada Minggu (29/03/2026). Dalam unggahan tersebut, bengkel dituding memberikan pelayanan buruk serta mengenakan biaya servis yang dinilai tidak wajar.

Dalam postingannya, pelanggan mengaku harus membayar Rp180.000 hanya untuk penggantian busi dan pengecekan mesin, tanpa adanya penggantian suku cadang lain. Ia juga menyebut bahwa servis yang dilakukan tidak memberikan hasil, bahkan menuding adanya kerusakan pada bodi motor setelah pengerjaan.

Menanggapi hal itu, mekanik Ardi Motor, Faisol, dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Ia menegaskan bahwa bengkel tidak pernah menetapkan tarif seperti yang disebutkan dalam unggahan itu.

“Tidak benar jika kami mematok biaya sebesar itu hanya untuk penggantian busi. Apalagi sampai menimbulkan kerusakan saat pengerjaan, itu tidak pernah terjadi,” ujar Faisol saat dikonfirmasi.

Faisol menambahkan bahwa setiap kendaraan pelanggan selalu ditangani sesuai prosedur dan dengan penuh kehati-hatian. Ia juga menilai tudingan terkait kerusakan bodi motor tidak memiliki dasar yang jelas.

“Kami selalu bekerja sesuai standar. Tidak mungkin kami justru merusak kendaraan pelanggan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyayangkan sikap pelanggan yang langsung menyampaikan keluhan melalui media sosial tanpa terlebih dahulu mengajukan komplain secara langsung ke bengkel.

“Jika memang benar servis dilakukan di tempat kami, seharusnya bisa disampaikan langsung agar dapat diselesaikan dengan baik, bukan langsung dipublikasikan seolah menggiring opini,” tambahnya.

Pihak bengkel juga menyatakan terbuka untuk melakukan klarifikasi dan menyelesaikan persoalan secara musyawarah. Namun, mereka menegaskan tidak menutup kemungkinan akan menempuh langkah lanjutan apabila tudingan tersebut terbukti tidak berdasar.

“Jika yang bersangkutan ternyata tidak pernah melakukan servis di tempat kami namun tetap menyebarkan informasi yang merugikan, tentu akan kami tindaklanjuti,” pungkas Faisol.

Redaksi 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama