SURABAYA, POJOK FAKTA ONLINE
Proses pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang seharusnya dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat dikeluhkan oleh Khofif karena tak kunjung rampung hingga berbulan-bulan.
Khofif mengungkapkan rasa kecewanya terhadap Danang yang dinilai tidak profesional dan cenderung mengulur waktu dalam menyelesaikan pengurusan dokumen tersebut. Ia mengaku telah menunggu sejak beberapa bulan lalu tanpa kepastian yang jelas.
Menurut pengakuannya, setiap kali menanyakan perkembangan, ia hanya mendapat jawaban yang sama berulang kali. Janji penyelesaian yang terus diucapkan tidak pernah terealisasi hingga saat ini.
“Iya, soalnya apa ya? Mengulur-ngulur itu, Mas. Kayak memang tanggung jawab sih, cuma saya ini dibuat menunggu terus. Dari dulu dibilang ‘besok, besok pasti’, tapi sampai sekarang belum jadi juga. Kesal gimana gitu,” ujarnya, Rabu (25/03/2026).
Tak hanya persoalan waktu, Khofif juga menegaskan bahwa uang yang diberikan bukanlah pinjaman.
“Sekita Rp14 juta sekian, yang tersisa sekitar Rp7.200.000. Itu bukan uang pinjaman, melainkan uang untuk membeli rokok. Namun, saat itu selalu dijanjikan ‘besok, besok’, hingga sekarang belum terealisasi,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Danang mengaku memiliki itikad baik untuk menyelesaikan tanggung jawabnya, termasuk mengembalikan uang yang telah diterimanya. Ia menegaskan tidak memiliki niat untuk menghindari kewajiban tersebut.
“Niat saya ingin mengembalikan uang tersebut, Pak, dengan cara mencicil sebesar Rp1 juta setiap minggu. Saat itu uang saya dibawa oleh mantan istri karena pada waktu kejadian saya sedang dalam proses perceraian. Bahkan, saat itu untuk kebutuhan makan saja saya mengalami kesulitan. Namun, sekarang urusan saya sudah selesai dan saya memiliki kemampuan untuk mencicil Rp1 juta setiap minggu,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Sebagai penutup, Khofif sebenarnya bukan tidak mau menerima pembayaran secara dicicil. Namun, ia merasa kecewa karena janji tersebut telah diucapkan berulang kali dalam jangka waktu yang cukup lama tanpa realisasi yang jelas.
(redeaksi)
